Wisuda & Pesta Akhir Tahun SIBI BIAS 2014

bendera

Annual Event Wisuda Generasi Emas BIAS 2014 diselenggarakan pada Sabtu, 21 Juni 2014 di Monumen Jogja Kembali. Wisuda bagi semua putra-putri BIAS adalah momentum mengartikulasikan proses belajar terintegrasi, bersama keluarga, dan para pengasuh ustadz-ustadzah yang senantiasa menyayangi mereka. Saat dimana perjuangan yang selama ini sebahagiannya tersembunyi, mendapat apresiasi dan penghargaan dari Ayah Bunda dan pengakuan dari sekolah tempat mereka belajar. Momentum untuk menghargai tahapan-tahapan mendewasakan diri, menggantungkan harapan yang lebih baik ke masa depan.

Bagi orang tua momentum Wisuda merupakan refleksi, perkembangan dan kekurangan ananda di rumah dan di sekolah, untuk berbenah dan merangkum kembali perhatian utuh pada si buah hati. Meneropong kembali sejauh mana dorongan dan harapan bertemu. Melihat kembali bagaiamana ayah dan bunda berbagi memberikan perhatian. Sejauh mana komunikasi dengan para pembimbing ustadz-ustadzah di sekolah. Merefleksi kembali bagaimana ananda tercinta semakin kaya dengan pengalaman-pengalaman hidup yang berharga. Bagaimana pula menghargai aspirasi ananda. Dengan sedikit mau berepot ria menemani persiapan mereka untuk wisuda.

Bagi ustadz-ustadzah Wisuda adalah saat untuk bersilaturahmi dengan Orang Tua dan Wali siswa, pemegang amanah pendidik yang pertama. Saat untuk mempersiapkan inagurasi bagi anak didik kebanggaan mereka. Saat merefleksikan kembali upaya membimbing dan membuahkan pengalaman  menarik pada diri putra-putri didik. Bagi Para Kepala Sekolah BIAS, Wisuda merupakan arena menyemai bibit-bibit Generasi Emas, yang setapak demi setapak dipupuk, untuk membuka harapan sebahagian diantara para wisudawan akan menjadi bagian Generasi Emas Indonesia. Yang akan mengharumkan Ayah Bunda dan bangsanya kelak. Meniti tahapan untuk memancangkan fondasi-fondasi kebangkitan generasi masa depan yang beraqidah kokoh, berkepribadian tangguh dan berdaya saing tinggi di pergaulan dunia.

Pesta Akhir Tahun  BIAS 2014 tahun  ini mengangkat tema :” Indonesia Raya 2030, Generasi Emas” berlangsung

22 Juni di Museum Gunung Api Merapi (MGM) Sleman. Filosofi Semua Anak Berhak Berprestasi, Berhak Menjadi Sholeh, tergambar pada Pentas Kolosal, 850 siswa BIAS semua tampil. Dimulai pukul 07.00 pagi PAT BIAS merupakan ajang Pesta Keluarga bernuansa edukatif. Saat dimana mereka merayakan bersama nilai-nilai positif yang dikemas sekolah bagi Harmoni Keluarga. Sisi yang mestinya semakin banyak diciptakan, untuk menjaga khasanah keluarga bahagia sejahtera, ma waddah wa rahmah.  Maka di tengah arus ujian bagi keluarga-keluarga kita semakin berat, arena bersama merupakan vitamin penguat harmoni keluarga. Media Ibadah Puasa Ramadhan, Hari Raya Idhul Fitri dan banyak momentum dapat dimanfaatkan untuk menciptakan ikatan batiniah dan jasadiah dalam kebersamaan.  Selamat bagi putra-putri Wisudawan Wisudawati, selamat bagi Bapak-Ibu Wali Siswa Keluarga Besar BIAS, Selamat pula bagi Ustadz-ustadzah dan seluruh pengelola BIAS, semoga temukan hari esok yang lebih baik. (Red.)

Saatnya lebih Memuliakan Ulama

aiconManusia berpijak, berjalan dan hidup dari perspektif pemikiran dan adaptasi lingkungan yang membesarkannya. Peradaban yang terbangun hingga kini, membuktikan bawa landasan pemuliaan terhadap ilmu dan orang berilmu sangat mengemuka. Apresiasi dan adaptasi inilah yang menopang unggul dan munculnya peradaban suatu bangsa pada jamannya.

Indonesia kaya dengan keanekaragaman peradaban dari berbagai latar belakang sosiokultural. Identitas budaya dan ke Islaman membangun simbol simbol dan proses pemuliaan yang berbeda terhadap figur-figur ilmuwan dan ulama (ulama dalam perspektif ini cenderung ditujukan pada para faqih di bidang agama). Realitas yang muncul dari perjalanan perkembangan budaya di negeri ini menghasilkan jalur dan bobot yang berbeda antara ilmuwan dan ulama dari apresiasi dan dukungan terhadap eksistensi dan keberfungsian peran mereka.

Institusi dan infarastruktur bagi para ilmuwan, agaknya lebih mengemuka dan melembaga. Sementara institusi dan infrastruktur bagi ulama lebih terbelakang dan memudar atau kurang terdukung. Memang di peradaban “Indonesia Masa Kini” lebih wajar itu terjadi, tapi kurang menguntungkan bagi berkembangnya masyarakat “Islam Indonesia” menjadi masyarakat “Indonesia yang Islami”.

Boleh ada diskursus memang dalam perspektif ini di dunia kebebasan Indonesia. Tetapi bila kita memuliakan harkat martabat manusia pada fitrahnya, maka memuliakan para Ulama adalah kuncinya. Ulama warosatul Anbiya, yang mewarisi para Nabi, tentu bukan dalam pandangan kemuliaan status, tetapi juga kemuliaan keilmuannya bagi pencerahan umat

Maka ada beberapa langkah sederhana untuk umat “Islam Indonesia” bisa menjadi masyarakat Indonesia yang Islami:

1. Menghargai dan menempatkan ilmu agama tidak secara dikotomis, melainkan membingkai kehidupan dalam standar petunjuk-petunjuk kebenaran hakiki dari Allah SWT dan para Rasul.

2. Menempatkan ilmu sebagai sasaran dan porsi utama dalam skema kehidupan keseharian, menjadi kebiasaan, dan membudayakan ilmu disetiap pribadi, keluarga dan masyarakat.

3. Menyediakan waktu, potensi dan energi  yang lebih banyak untuk mengkaji ilmu langsung  bersumber dari para ulama.

4. Memfasilitasi secara optimal mengalirnya ilmu para ulama dengan memanaj dengan atraktif, sistematis dan sustainable.

5. Menempatkan pusat-pusat pengkajian keilmuan sebagai referensi problem solving dalam mengatasi permasalahan harian (pemahaman, dan impelementasi fatwa ulama).

…… (berlanjut)

Dinamika Family Day di BIAS Jogja

Alhamdulillah, setelah beberapa saat meninggalkan bulan Februari, bulan dimana Family Day BIAS dialihkan waktunya karena hujan Abu Gunung kelud yang menyelimuti lokasi acara dan kediaman peserta acara, telah terlewati pula Family day BIAS yang akhirnya telah terlaksana 15 dan 16 Maret yang lalu, tetap dengan tema damai” Keluarga BIAS, keluarga bahagia dunia akhirat”, Lho… kok sampai akhirat?? Yaa … apa yang salah?? Sebagian besar kita sudah melupakannya. Buktinya lebih banyak orang meninggalkan cita-cita akhirat dan berhenti mengejar kesenangan dunia?? apakah kemudian didapat? Tidak… !!Maka perspektif akhirat menjadikan dinamika kehidupan dunia sebagai investasi dan proses bak jembatan yang akan dilalui untuk menyeberang ke kebahagiaan yang hakiki. Tentu tanpa meninggalkan kasih sayang Allah memberi bahagiannya di dunia, secara proporsional. Energi jangka panjang yang akan memberi kekuatan menghadapi keniscayaan ujian, godaan dan tantangan kehidupan masa kini.

Sehebat hebat orientasi dunia yang terlepas dari akar akhiratnya, ternyata tidak akan bertemu dengan hakikat kebahagiaan yang sesungguhnya. Maka dinamika menjalin dan mengukir aktivitas dunia dengan Aturan Allah dan Rasul Nya telah membuktikan kebahagiaan dunia dan akhirat itu berproses sempurna bagi yang meyakini dan melakukannya. Selamat dan sukses keluarga besar BIAS.

RALAT Libur

assalamualaikum wr wb….

menindaklanjuti instruksi gubernur DIY yang diumumkan resmi melalui media pada hari ini, Ahad, 16 feb 2014yang mengumumkan bahwa Siswa PAUD TK Dan SD masuk sekolah hari Rabu, 19 feb 2014. Dengan ini kami meralat pengumuman libur BIAS yang semula siswa masuk hari selasa, 18 Feb 2014 diundur. Sehingga siswa masuk kembali pada hari Rabu, 19 Feb 2014.

Demikian, atas kerjasamanya kami ucapkan jazakumullah Khoiron katsiroh.
Wassalamualaikum wr wb

Pengumuman Penundaan Acara Family Day BIAS

Sehubungan dengan adanya erupsi Gunung Kelud dan Hujan abu yang mengguyur wilayah Yogyakarta dan sekitarnya maka diberitahukan bahwa Acara Family Day BIAS 2014 yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 15-16 Februaru 2014, DITUNDA pelaksanaannya hingga waktu yang memungkinkan.

Waktu pelaksanaan acara tersebut akan diumumkan kemudian. Demikian harap maklum

Semoga Allah SWT senantiasa selalu melindungi kita semua

Keluarga BIAS, Keluarga Bahagia, Famday 2014

Annual Event yang sudah ditungga keluarga besar BIAS akan segera tiba. Ialah BIAS Family Day 2014. Suasana sejuk Taman Wisata Kaliurang telah menanti 830 keluarga beserta Eyang, budhe, Om, Tante dan kerabat untuk menikmati game-game keluarga beserta sajian menu BIAS special. Lebaran Idhul Fitri telah lewat, kini semua bergegas menyemarakkan Lebaran Ala BIAS untuk semua keluarga. “Keluarga BIAS, Keluarga Bahagia” ini tema yang diusung Panitia BIAS Famday 2014 dalam rangka harmoni keluarga Besar BIAS.

Event akan dimulai hari Sabtu, 15 Februari 2014 dengan Konggres Orang Tua Sholeh dengan topik “Merangkul Ananda, Di Dunia Pergaulan Terbuka” yang akan menggelar dua forum sarasehan untuk Bapak-Ibu Wali Siswa SMP-SMA dan forum untuk Bapak-Ibu wali Siswa SD-TK dan Play Group- Batita Center. Sedang pagi harinya Ahad, 16 Februari 2014 keluarga BIAS akan menikmati kebersamaan dalam Family Day 2014 mulai pagi hari.

Selamat mempersiapkan Pesta Famday 2014, Panitia BIAS Famday 2014.