Sekolah Berkarakater Terpadu Berkelanjutan

Alhamdulillaah, Segala Puji bagi Allah Rabb semesta alam, yang telah menyempurnakan manusia dalam proses penciptaannya dengan instrumen mutakhir yang luar biasa. Profil makhluk yang berkategori manusia telah dimafhumi memiliki komponen dan karakteristik yang spesifik dan dianggap paling sempurna.  Dan tujuan manusia diciptakan telah dinisbatkan Allah dalam beberapa surat  Al Qur’an, diantaranya  Surat Adz dzariyaat ayat 59: ” Tidak Aku ciptakan jin dan manusia itu kecuali untuk beribadah kepada Ku”.

Maka mendidik manusia adalah amanah mulia menterjemahkan fungsi abid, khalifah dan pengemban Risalah Rasulullah SAW, dalam bahasa dan teknis sesuai Fitrah dan jamannya. Qoridor Aqidah, Syariah dan Akhlak yang didalam surat Ar Rum : 30 merupakan inti sari fitrah Islam. Fitrah yang terdapat  pada setiap diri Manusia sebagai ketetapan Allah, menjadi tugas pendidikan untuk  mampu diterjemahkan dalam Sistem pendidikan yang mengawal, memelihara dan mengembangkan fitrah anak manusia hingga ke alam kedewasaan dan keberfungsiannya sebagai Makhluk Allah.

Tujuan jangka panjang untuk Pertanggungjawaban di hari Akhir manakala manusia bertanggungjawab kepada Tuhannya, dan tujuan jangka pendek dan menengah menjadikan dunia sebagai ladang investasi hari kemudian adalah prototype yang tepat, Fidunya hasanah, fil akhirati khasanah. Serta meminimalisir Fasada fil Ardh (berbuat kerusakan di muka bumi) yang memungkinkan manusia wakiina adzaban Naar (dihindarkan dari api neraka).

Dunia sebagai majro’ah (jembatan) menuju akhirat, mengisyaratkan Sukses Akhirat berarti meraih sukses Dunia Pula. Maka landasan mendidik anak dengan kompleksitasnya membutuhkan landasan yang Valid, diterjemahkan dengan detail, dan diproses dengan memenuhi persyaratan-persyaratan manusia untuk sukses di dunia dan sukses di akhirat.

Rasulullah SAW yang merupakan Uswatun khasanah merupakan representasi Kasih Sayang Allah dalam menguji tugas manusia, dengan memberikan contoh bagaimana seharusnya bermotivasi, berpikir, dan berbuat, berhubungan dengan Allah dan berhubungan dengan makhluk. Karakter yang dicari kebanyakan manusia, yang dicoba dirumuskan dalam strategi pengembangan kurikulum.

Pembelajaran berbasis pembiasaan dan pemberian “experiences” atau pengalaman pada anak, merupakan salah satu pendekatan yang cukup efektif dalam mendampingi anak berkembang. Setting kurikulum pendidikan yang terpadu dan berkelanjutan secara hakiki (bukan sekedar secara formal), akan membantu anak berkembang optimal. terlebih didukung pendekatan Fitrah mulai dari penanaman Aqidah – keyakinan sejak dini, memberikan energi berbuat secara tulus, membangun etos juang yang kuat, rasa tanggungjawab yang besar serta keterampilan yang berkembang berkesinambungan. Terpadu memperagakan harmoni fungsi keluarga di kompleksitas peradaban yang sedang bergerak cepat, serta fokus pendampingan para pendidik ustadz-ustadzah dengan penuh kasih sayang, yang kadang jarang didapat dirumah, akan mengobati imbas negatif bergeraknya zaman. Memberikan pendidikan bagi anak, adalah upaya keras menterjemahkan amanah Allah kepada orang tua, untuk menemukan sistem yang paling efektif mengantarkan anak kedalam kekuatan integritas pribadi yang berjalan di atas fitrah. Mampu memimpin diri , mensolusi pada usianya, serta memberi banyak manfaat pada kedewasaannya. (Abu Fatih)

Comments are closed.