Remaja menghilang dari Masjid?

11 January, 13:34, by estu

 

azk_5593

Fenomena menarik era 2017 ini, selain hingar bingar “om telolet om”, gadget minded, etc, adalah mulai merata fenomena hilangnya remaja-remaja yang berjamaah di Masjid. Era sekarang?? Ya biasalah, namanya anak remaja, mereka sedang mencari jati diri,menikmati alam kebebasan. Kalau saatnya datang, mereka akan kembali ke masjid lagi. Begitu pandangan beberapa kalangan. Kata kuncinya adalah mengapa remaja “harus” akrab dengan masjid??

Maraknya Taman Pendidikan Al Qur’an di masjid-masjid, hampir pasti diikuti anak-anak seusia TK dan Sekolah Dasar saja. Kalau ada remaja.. mereka ustadz-ustadzah yang lolos screening jaman masih nyaman di masjid. Otokritik boleh jadi juga dapat kita layangkan pada kita-kita manajer-manajer masjid yang belum memberikan ruang dan daya tarik yang memadai untuk mereka-mereka remaja muslim kita.

Sekolah terdepan memang pada ayahanda dan ibunda putra putri kita, siapa lagi? perspektif rumah pertama yang mewarnai  adalah Domestik Publik Figurnya anak-anak. Apapun yang dikatakan dan dilakukan ayah, apapun yang dikatakan dan dilakukan ibu, adalah Grand Master bagi mereka. Atau sebaliknya pada suatu titik, ayah bunda menjadi anti tesa anak-anak kita. Kurikulum nya pun tak terlepas dari Experience dari Ayah Bunda. Kadang copy paste, apa yang dirasakan, dialami, dipikir ortu yang di paste kan dalam mendidik anak. Kadang anak menjadi duplikat orang tua, bahkan sampai  ke presisi paling akurat.

Tersadarkan banyak para ortu setelah problem menimpa buah hati mereka. Terlebih masa SMP-SMA yang mengindikasikan mulai terasingnya ortu dari putra putri mereka sendiri. Kesadaran sejak dini sangat dibutuhkan setiap benak ortu memeliki STRATEGI jitu menyelamatkan motivasi, keyakinan, pola pikir dan sikap serta perilaku anak. Masa tumbuh yang ekstra cepat , menjadikan remaja berubah menjadi makhluk yang sama sekali lain dengan yang dibayangkan ortunya. Bahkan untuk sekedar berbagi, ortu harus mengembara menemukan jalur pikir yang nyambung dengan anaknya yang telah melesat ke “dunia lain”

 

Maka sebelum terlambat ada beberapa terapi jitu membangun jembatan kehidupan yang dapat dilakukan ortu untuk membimbing buah hati tercintanya.

  1. Komitmen dan kesepakatan serta kesepahaman ayah Bunda menjalin strategi komunikasi dan perhatian kepada anak.
  2. Komunikasi terprogram dari ayah dan bunda dengan “dunia perkembangan pikiran dan emosi anak”
  3. Interaksi intens dalam moment moment yang diadakan untuk mengeratkan hubungan emosional.
  4. Menjalin penghargaan ortu terhadap pencarian potensi special si buah hati, apapun wujudnya
  5. Membangun link permanen dalam urusan keyakinan, dengan menempatkan ortu sebagai pembelajar terhadap petunjuk-petunjuk Alloh dan merepresentasikannya pada sikap , perkataan dan tindakan yang konstruktif dengan anak.
  6. Memberikan Perhatian dan Waktu yang cukup untuk berbagi dengan anak-anak kita, tanpa harus menjadikan konflik dengan fungsi ortu sebagai penanggungjawab nafkah keluarga.
  7. Menghadirkan ortu sebagai sosok yang selalu dirindukan anak, mampu memenangkan kompetisi dari manapun dalam hal meraih perhatian anak.
  8. Mewadahi aspirasi anak kedalam keputusan-keputusan dialogis yang dilakukan bersama, termasuk dalam merumuskan dan memecahkan masalah-masalah harian.

Tentu masih banyak langkah untuk menuju kesana, untuk kali ini 8 hal ini coba kita renungkan bersama, semoga bermanfaat.  (Abu Fatih).

Play Group – TK BIAS Semarang, Homy School

18 April, 14:45, by estu

IMG_6376 - Copy

BIAS Full Day School

Semarang, Jl Durian Raya 73 A Banyumanik Semarang

Pendaftaran Siswa Baru Play Grup TK SD BIAS Semarang

Telp  0858 771 771 45 – email sibibias@gmail.com

Sekolah Berkarakater Terpadu Berkelanjutan

27 January, 15:17, by estu

Alhamdulillaah, Segala Puji bagi Allah Rabb semesta alam, yang telah menyempurnakan manusia dalam proses penciptaannya dengan instrumen mutakhir yang luar biasa. Profil makhluk yang berkategori manusia telah dimafhumi memiliki komponen dan karakteristik yang spesifik dan dianggap paling sempurna.  Dan tujuan manusia diciptakan telah dinisbatkan Allah dalam beberapa surat  Al Qur’an, diantaranya  Surat Adz dzariyaat ayat 59: ” Tidak Aku ciptakan jin dan manusia itu kecuali untuk beribadah kepada Ku”.

Maka mendidik manusia adalah amanah mulia menterjemahkan fungsi abid, khalifah dan pengemban Risalah Rasulullah SAW, dalam bahasa dan teknis sesuai Fitrah dan jamannya. Qoridor Aqidah, Syariah dan Akhlak yang didalam surat Ar Rum : 30 merupakan inti sari fitrah Islam. Fitrah yang terdapat  pada setiap diri Manusia sebagai ketetapan Allah, menjadi tugas pendidikan untuk  mampu diterjemahkan dalam Sistem pendidikan yang mengawal, memelihara dan mengembangkan fitrah anak manusia hingga ke alam kedewasaan dan keberfungsiannya sebagai Makhluk Allah.

Tujuan jangka panjang untuk Pertanggungjawaban di hari Akhir manakala manusia bertanggungjawab kepada Tuhannya, dan tujuan jangka pendek dan menengah menjadikan dunia sebagai ladang investasi hari kemudian adalah prototype yang tepat, Fidunya hasanah, fil akhirati khasanah. Serta meminimalisir Fasada fil Ardh (berbuat kerusakan di muka bumi) yang memungkinkan manusia wakiina adzaban Naar (dihindarkan dari api neraka).

Dunia sebagai majro’ah (jembatan) menuju akhirat, mengisyaratkan Sukses Akhirat berarti meraih sukses Dunia Pula. Maka landasan mendidik anak dengan kompleksitasnya membutuhkan landasan yang Valid, diterjemahkan dengan detail, dan diproses dengan memenuhi persyaratan-persyaratan manusia untuk sukses di dunia dan sukses di akhirat.

Rasulullah SAW yang merupakan Uswatun khasanah merupakan representasi Kasih Sayang Allah dalam menguji tugas manusia, dengan memberikan contoh bagaimana seharusnya bermotivasi, berpikir, dan berbuat, berhubungan dengan Allah dan berhubungan dengan makhluk. Karakter yang dicari kebanyakan manusia, yang dicoba dirumuskan dalam strategi pengembangan kurikulum.

Pembelajaran berbasis pembiasaan dan pemberian “experiences” atau pengalaman pada anak, merupakan salah satu pendekatan yang cukup efektif dalam mendampingi anak berkembang. Setting kurikulum pendidikan yang terpadu dan berkelanjutan secara hakiki (bukan sekedar secara formal), akan membantu anak berkembang optimal. terlebih didukung pendekatan Fitrah mulai dari penanaman Aqidah – keyakinan sejak dini, memberikan energi berbuat secara tulus, membangun etos juang yang kuat, rasa tanggungjawab yang besar serta keterampilan yang berkembang berkesinambungan. Terpadu memperagakan harmoni fungsi keluarga di kompleksitas peradaban yang sedang bergerak cepat, serta fokus pendampingan para pendidik ustadz-ustadzah dengan penuh kasih sayang, yang kadang jarang didapat dirumah, akan mengobati imbas negatif bergeraknya zaman. Memberikan pendidikan bagi anak, adalah upaya keras menterjemahkan amanah Allah kepada orang tua, untuk menemukan sistem yang paling efektif mengantarkan anak kedalam kekuatan integritas pribadi yang berjalan di atas fitrah. Mampu memimpin diri , mensolusi pada usianya, serta memberi banyak manfaat pada kedewasaannya. (Abu Fatih)

BIAS BOARDING SCHOOL (BBS) YOGYAKARTA

13 November, 14:18, by estu

BIAS BOARDING SCHOOL??

Boarding School merupakan perwujudan baru pendidikan integratif masa kini , SMP-SMA BIAS Boarding School yang berlokasi di Komplek Wirosaban dan Giwangan, Umbulharjo Yogyakarta ini bervisi sebagai Sekolah Calon Pemimpin. Karakater Sekolah Berasrama ini membangun perspektif baru pendidikan Islam Modern yang unggul dalam Ilmu Keagamaan, Kuat dalam membentuk kepribadian, leadership, tanggungjawab dan kemandirian serta akhlak mulia, serta membekali ketrampilan yang bersaing Global. Performance yang ingin dibangun adalah Remaja Indonesia Masa Kini yang berwawasan luas baik dalam ilmu umum maupun ilmu agama, peka terhadap sosialita masyarakatnya, tetapi berbekal pemahaman agama yang memadai. Terbimbing 24 Jam di sekolah dan di Asrama, tapi tetap supel bergaul dengan jamannya. (Pon Pes Modern BIAS Boarding School)

Hangatkan Pasca Libur, Karnawal Syawal Siswa-siswa BIAS Keliling Jogja

10 August, 15:12, by estu

Senin, 11 Agustus merupakan minggu awal siswa-siswa SIBI BIAS Jogja mulai masuk KBM. Anak-anak BIAS langsung berpesta Syawal dengan Karnaval 800 an siswa keliling kota Jogja. Uniknya karnaval Syawal BIAS Jogja kali ini menggunakan kereta hias/kereta lampu memulai start dari SD BIAS Giwangan. Karnaval diikuti siswa Play Group dan TK, SD SMP dan SMA BIAS secara estafet. Iring-iringan karnaval kereta hias akan berangkat dari SD BIAS Giwangan melewati etape pertama hingga XT Square. Di XT Square berganti penumpang  menuju ke PG BIAS Wirosaban, dilanjutkan etape menuju Masjid AL Irsyad Brontokusuman, lalu menuju ke titik O KM Jogja di Depan Gedung BI. Dari Gedung BI Karnaval akan kembali ke Etape terakhir menuju Komplek SD BIAS Giwangan di Jl. Mendung Warih 155 Yogyakarta. Selain memerihakan suasana Syawal dan silaturahmi, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk memotivasi putra-putri BIAS kembali bersemangat belajar dengan tetap peduli lingkungan. Selain itu karnaval yang didampingi ustadz-ustadzah BIAS tahun ini juga dilaksanakan di Komplek BIAS II Jl. Kaliurang dengan menggunakan kendaraan Hias dengan rute di kecataman NGaglik dan sekitarnya. Selamat dan sukses KBM Syawal BIAS Jogja. (red)

Pesantren Kilat – SANLAT ANAK CERIA- BIAS

02 July, 14:36, by estu

Kamis-Sabtu, 3-5 Juli besok, BIAS Jogja di 2 tempat akan selenggarakan Pesantren Kilat (Sanlat)  Untuk putra-putri umum usia 5-8, 9-11 dan 12-15 tahun di BIAS Giwangan dan BIAS Palagan. Materi Leadership, Bina Mubaligh, Tahfidz Qur’an dan Tahfidz Hadits, Membuat cerita bergambar dan kegiatan ceria akan menjadi menu Sanlat. Biar puasa lebih ceria dan variatif, SANLAT ANAK CERIA menjadi alternatifnya. Pendaftaran dapat menghubungi Ustadzah Jati CP 0274 3000616.